Kota Metro Lampung||mediakritis.com – Walikota Bambang Iman Santoso membuka acara Fashion Show Say Waway 2026 bertajuk “CATALYST” gelaran berlangsung di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai Kota Metro, Minggu (10/05/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu ruang kreativitas terbesar bagi pegiat fashion lokal sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis keberlanjutan di Kota Metro.
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa Say Waway menjadi bukti nyata bahwa Kota Metro memiliki sumber daya manusia kreatif dan kapabel di bidang fashion serta ekonomi kreatif.
“Bambang, mengatakan bahwa, bukan hanya berbicara tentang gaya dan penampilan, tetapi juga tentang identitas budaya, kreativitas, hingga peluang ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dekranasda Kota Metro, juga sangat bangga dengan munculnya berbagai kreasi positif yang turut memajukan Kota Metro, khususnya dalam dunia fashion.
“Dunia fashion saat ini tidak hanya berbicara tentang gaya dan penampilan tetapi juga tentang identitas budaya, kreativitas, dan peluang ekonomi,” ucapnya.
Tema “CATALYST” yang diangkat pada Say Waway 2026 disebut memiliki makna kuat sebagai pemicu perubahan dan penggerak kreativitas bagi generasi muda serta pelaku usaha lokal.
“Tema CATALYST memiliki makna yang sangat kuat, yaitu sebagai pemicu perubahan, penggerak kreativitas dan pendorong lahirnya ide-ide baru yang inspiratif. Saya berharap melalui fashion Say Wawai 2026 ini akan lahir karya-karya yang mengangkat kekayaan daya lokal dengan sentuhan modern dan inovatif,” imbuhnya.
Bambang juga menegaskan dukungan Pemerintah Kota Metro terhadap kegiatan kreatif yang mampu membuka peluang usaha dan memperkuat citra Metro sebagai kota kreatif dan berdaya saing.
“Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, juga memberikan perhatian khusus kepada ajang fashion Say Waway 2026 yang dinilai berhasil membangun kolaborasi multipihak tanpa membebani anggaran pemerintah daerah di tengah kondisi fiskal daerah saat ini,” ujarnya.

Alhamdulillah, kegiatan ini sumber pembiayaannya sama sekali tidak merepotkan pemerintah daerah. Kegiatan ini murni digagas dan banyak sponsor-sponsor yang memberikan sumbangannya dalam rangka mensukseskan kegiatan seperti ini,” tuturnya.
Bambang berharap, model kolaborasi mandiri seperti ini dapat terus berkembang untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat Kota Metro.
“Kita bisa berinovasi dan melakukan kreasi untuk meningkatkan perekonomian daerah tanpa terpaku dengan support APBD, tetapi bisa bekerja sama dengan para sponsor dan pelaku usaha di Kota Metro,” tegasnya.
Wali Kota Metro juga mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dan berbagai pihak yang terus mendorong perkembangan UMKM serta ekonomi kreatif di Kota Metro dengan berharap ke depan Kota Metro semakin dikenal melalui event kreatif berskala nasional bahkan internasional.
Sementara itu, Panitia Compasion sekaligus penggiat komunitas fashion Kota Metro, Linda Soedibyo, menjelaskan bahwa Compasion merupakan komunitas pegiat fashion Metro yang mengusung semangat Creativity, Collaboration, Preserving Tradition.
Fashion Show Say Way 2026, diikuti oleh 13 desainer yaitu dari Kota Metro, dari Lampung Timur, dan dari Bandar Lampung.
“Gelaran Fashion show Say Waway 2026, merupakan gerakan kolaboratif fashion yang telah berjalan selama lima tahun tersebut, juga diinisiasi oleh lima desainer Kota Metro, yakni Amy Kasiro-Amy’e Kasiro, Candra Kartini SK Klambie, Desy Dahlia-Deethnic, Linda Soedibyo-Jan Ayu, dan Rahayu Budiadi-Canting Batik Metro,” tuturnya.
Say No Waste is Our Way atau Say Waway adalah aksi kolaboratif penggiat fashion dengan beragam stakeholder untuk melakukan gelaran fashion show dan mengkampanyekan nilai-nilai fashion berkelanjutan.
“Linda Soedibyo mengatakan, Say Waway 2026 bukan hanya menjadi ajang presentasi karya, tetapi juga ruang pertemuan gagasan bagi para pelaku kreatif, perajin, dan komunitas dalam memperkuat ekosistem fashion yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan budaya,” ungkapnya.
Harapannya, dengan gelaran ini, diharapkan akan tumbuh sebuah kesadaran baru bahwa keindahan sebuah busana tidak hanya terletak pada bentuk karya, tetapi juga pada proses yang menghormati manusia dan alam,” pungkasnya, (Red)























